Alasannya Kenapa 5G Belum Cocok di Indonesia

Senin, 05 Maret 2018

Kabar terbaru datang dari salah satu operator asal Amerika Serikat, AT&T yang sudah siap meluncurkan jaringan 5G untuk kebutuhan mobile di akhir tahun 2018. Pastinya, perlahan namun pasti hal tersebut akan diikuti oleh operator lain dari seluruh penjuru dunia lainnya yang akan ikut mengadopsi jaringan ini. Di Indonesia sendiri dikatakan sudah mulai mempersiapkan diri untuk menerima jaringan 5G ini dari tahun 2015 lalu dengan membentuk lembaga khusus yang bertajuk ‘Indonesia 5G Forum’. Lalu, sudah siapkah Indonesia menggunakan jaringan 5G ini?. Mari Kita lihat pakah jaringan 5G ini sudah dapat digunkana di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa 5G belum cocok diterapkan.

1. 4G Saja Belum Merata

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa jaringan 4G memang belum sepenuhnya tersebar di seluruh penjuru Indoneisa. Terkadang, kalau kita keluar kota saja, atau ke tempat-tempat yang agak masuk ke daerah padalaman, jaringan smartphone kita bisa langsung hilang.

Dari pada harus buru-buru mengadopsi jaringan 5G, lebih baik pemerintah Indonesia lebih fokus untuk meratakan jaringan ke seluruh Indonesia, agar jaringan smartphone dan penggunaan internet dapat diakses secara merata di seluruh tempat di Indoneisa.

 

2. Smartphone 5G-nya Belum Ada

Sampai sekarang baru ada satu ponsel yang mengadopsi jaringan 5G ini, yaitu smartphone uji coba milik Qualcomm. Walaupun jaringan 5G mungkin akan diluncurkan tidak lama lagi, namun belum ada tanda-tandanya produsen akan membuat smartphone dengan jaringan ini. Kalau smartphone jaringan 5G saja belum dibuat bagaimana jaringan ini dapat diaplikasikan di Indonesia, apa lagi kalau mengingat waktu untuk smartphone dengan jaringan ini masuk ke Indonesia. Terlebih belum adanya regulasi mengenai smartphone dengan jaringan 5G ini.

 

3. Perlunya Regulasi baru

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya mengenai hal regulasi di atas, pastinya pemerintah membutuhkan regulasi baru yang akan digunakan untuk mengimplementasikan jaringan 5G di Indonesia. Yang jelas regulasi ini haruslah kuat karena memiliki dampak sosial smartphone 5G yang lebih kompleks dibandingkan 4G.

Hal ini sendiri pernah diutarakan oleh Kepala Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementrian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf. Beliau menyebutkan jika pemerintah Indonesia sedang menyiapkan regulasi yang lebih matang untuk kemunculan jaringan 5G ini di Indonesia.

 

4. Adalah Masyarakat Dirasa Belum Siap

Untuk negara berkembang seperti Indonesia, masih banyak masyarakat yang belum siap dengan kehadiran jaringan 5G. Hal ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat Indonesia yang sampai saat ini pun belum menggunakan jaringan 4G.

Yang lebih parahnya lagi, berkaitan dengan poin pertama di atas tadi, di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang buta akan internet dan belum dapat menikmati fasilitas internet itu sendiri. Hal ini disebabkan karena penyebaran jaringan seluler yang belum merata ke seluruh Indonesia.

 

5. Jaringan 4G Dirasa Masih Cukup

Sudah pasti kecepatan jaringan internet 5G akan jauh lebih cepat dan kencang ketimbang jaringan 4G LTE. Namun apakah itu diperlukan oleh masyarakat Indoneisa untuk menggunakan jaringan internet 5G yang kecepatannya dapat tembus sampai dengan 5Gbps. Kalau melihat kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan jaringan internet kebanyakan untuk urusan sosial saja, sepertinya jaringan 4G LTE saja sudah sangatlah cukup untuk mengakomodir kebutuhan sosial media masyarakat.

 

Itu lah alasan kenapa 5G dirasa belum cocok diterapkan di Indonesia. Dari pada menghadirkan jaringan 5G sebaiknya pemerintah menyebarluaskan jaringan 4G keseluruh penjuru Indonesia, alangkah baiknya jika pemerintah dan para provider membenahi lebih dulu  jaringan 4G agar merata dan dapat digunakan di seluruh Indonesia.

Memang sih, kita juga harus terus ikut dalam perkembangan teknologi agar kita tidak tertinggal dari negara-negara lain. Apa kah menurut kamu Indonesia sudah membutuhkan jaringan 5G?

Copyright © 2018 Erafone.com. All rights reserved.