cs@erafone.com

0807 1111 888

Siapa Raja Smartphone di Indonesia???

< Back 

 

Siapa Raja Smartphone di Indonesia???

Selasa, 03 April 2018

 

Hi Erafoners - Smartphone alias ponsel pintar alias gawai dapat dikatakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang jaman now. Fenomena ini turut terjadi juga di Indonesia sebagai negara yang saat ini perekonomiannya sedang berkembang cukup pesat. Fakta ini turut diperkuat dengan data yang baru saja dirilis oleh "IDC" atau "International Data Corporation". IDC ini merupakan penyedia layanan untuk analisis industri yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi. Berikut adalah data 5 besar brand smartphone dengan jumlah penjualan terbesar yang dirilis oleh IDC :

Disaat tren penjualan smartphone di dunia cenderung lesu dan menurun, namun di Indonesia tren ini dipatahkan dengan jumlah penjualan smartphone yang dapat dikatakan stabil dan cenderung meningkat. Dapat dilihat dari data yang dirilis oleh IDC, jumlah pengiriman smartphone di tahun 2017 meningkat tipis jika dibandingkan dengan jumlah pengiriman smartphone di tahun 2016, yaitu sebesar 30,4 juta unit dari 30,3 juta unit smartphone. Meskipun jumlahnya hanya meningkat tipis, namun hal ini patut diapresiasi, karena jumlah pengiriman smartphone di dunia dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami penurunan.

Bila dilihat dari brand - brand yang ikut berpartisipasi di dalamnya, ternyata Samsung masih merupakan brand smartphone yang paling banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia dengan kenaikan pangsa pasar yang cukup besar dari 28,8% di tahun 2016 menjadi 31,8% di tahun 2017. Posisi kedua masih ditempati oleh pabrikan ponsel asal Tiongkok, yaitu Oppo dengan pangsa pasat yang juga turut meningkat tajam dari 16,6% di tahun 2016 naik menjadi 22,9% di tahun 2017. Ternyata tagline selfie masih cukup ampuh digunakan agar masyarakat Indonesia terus membeli smartphone Oppo. Apalagi masyarakat Indonesia sangat senang sekali mengabadikan semua momen yang ada baik sedang sendiri, bersama teman atau keluarga dengan selfie.

Untuk brand Advan dan Asus sepertinya harus bertukar tempat pada tahun 2017 yang lalu. Mungkin masyarakat Indonesia lebih menyukai inovasi yang Advan lakukan dibandingkan dengan Asus. Terbukti pada tahun 2016 yang lalu, Advan berada di posisi 4 dengan pangsa pasar sebesar 6,8%, sedangkan untuk tahun 2017 sendiri, Advan bertengker di posisi ketiga dengan pangsa pasar sebesar 7,7%. Sepertinya, Asus Indonesia harus lebih berhati - hati dengan para kompetitornya, selain pangsa pasarnya menurun, ternyata dominasinya di pasar smartphone Indonesia juga menurun 1 posisi. Pada tahun 2017, Asus harus cukup puas berada di posisi 4 dengan pangsa pasar sebesar 6,5%. Hal ini merupakan cambukan bagi Asus, karena pada tahun 2016 Asus berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar sebesar 10,5%. 

Untuk posisi paling bontot, ternyata kembali pabrikan smartphone asal Tiongkok, yaitu Vivo berhasil mendepak Lenovo dari 5 besar brand smartphone dengan jumlah pengiriman unit terbanyak. Belakangan ini Vivo memang sangat gencar sekali dalam memasarkan smartphone mereka, mulai dari mengadakan acara peluncuran smartphone baru super besar dan mewah, meng-hire beberapa artis nasional papan atas untuk menjadi Brand Ambassador mereka, serta promosi yang sangat gencar baik secara online maupun offline. Bisa ditarik kesimpulan, cara yang dilakukan Vivo dalam memasarkan smartphone mereka terbukti cukup efektif dan berhasil di Indonesia. Vivo menduduki posisi nomor 5 dengan pangsa pasar sebesar 6% di tahun 2017.

Selain kelima brand smartphone diatas, ternyata masih banyak brand - brand lain yang ada di pasaran Indonesia dan brand lain inilah yang harus diwaspadai. Pangsa pasar yang dimiliki brand lain ini masih cukup besar, yaitu 25,1%. Meskipun pangsa pasarnya menurun bila dibandingkan dengan tahun 2016, yaitu 31,6%, ternyata brand lain masih menguasai seperempat pangsa pasar smartphone di Indonesia. Perbedaan pangsa pasar yang sangat mencolok antara posisi 1, 2 dan posisi 3, 4, 5 juga menjadi hal yang patut untuk dipertanyakan.

Ternyata tahun 2017 smartphone di Indonesia masih didominasi dengan brand Samsung. Brand Xiaomi yang sudah populer dari tahun lalu belum bisa menunjukkan taringnya di Indonesia. Apakah tahun 2018 kondisi penjualan smartphone di Indonesia akan tetap ramai? Kita berharap semoga pabrikan akan membawa dan menggebrak banyak inovasi - inovasi baru di tahun ini.

 

< Back 

 

 

News - Erafone.com