|
Kategori
Store

7 Cara Memilih Reksa Dana yang Tepat Bagi Pemula Agar Tak Rugi

Sumber: Acquisition International

Investasi reksa dana telah menjadi salah satu pilihan populer bagi banyak orang yang ingin mengembangkan aset secara lebih mudah dan terdiversifikasi tanpa harus mengelola portofolio sendiri. Terlebih lagi reksa dana menyediakan akses ke berbagai instrumen pasar modal seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Hal ini tentunya memberikan peluang besar bagi kamu yang tidak ingin menempatkan modal hanya di satu tempat saja.

Namun, memilih investasi reksa dana juga tidak bisa sembarangan. Kamu perlu mempertimbangkan berbagai hal penting agar tidak salah memilih reksa dana yang tepat buat kamu. Nah, berikut ini sejumlah cara memilih reksa dana yang tepat bagi pemula. Yuk, simak ulasan selengkapnya terkait cara memilih reksa dana yang tepat di bawah ini!

Tentukan Tujuan Investasi Kamu Terlebih Dahulu

Salah satu cara memilih reksa dana yang tepat bagi pemula adalah dengan menentukan tujuan investasi kamu terlebih dahulu. Tanpa tujuan yang jelas, investasi bisa berjalan tanpa arah dan membuat kamu sulit untuk mengukur apakah strategi yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan keuangan pribadi. Misalnya, jika kamu menabung untuk biaya pendidikan anak dalam 10 tahun, kamu dapat memilih jenis reksa dana yang berisiko lebih tinggi dengan imbal hasil jangka panjang.

Selain itu, mengetahui tujuan investasi sejak awal juga membantu kamu untuk menentukan jangka waktu dan target keuntungan yang realistis sehingga pilihan reksa dana yang dipilih bisa benar‑benar mendukung pencapaian target tersebut. Misalnya, tujuan jangka pendek dapat membuat kamu jadi lebih fokus pada reksa dana pasar uang yang risiko rendah, sedangkan tujuan jangka panjang memungkinkan alokasi ke reksa dana saham yang berpotensi memberi hasil lebih tinggi dalam periode panjang.

Cara_Memilih_Reksa_DanaSumber: My Wealth Management

Kenali Profil Risiko Pribadi Kamu

Tips memilih reksa dana yang tidak kalah penting selanjutnya adalah mengenali profil risiko yang sesuai karena setiap investor memiliki tingkat kenyamanan terhadap risiko yang berbeda‑beda. Profil risiko pada dasarnya menggambarkan seberapa besar fluktuasi nilai investasi yang bisa kamu terima. Apakah kamu lebih merasa tenang dengan risiko rendah atau justru siap menghadapi risiko tinggi demi potensi imbal hasil yang lebih besar.

Penilaian ini biasanya mempertimbangkan beberapa hal seperti toleransi terhadap kerugian, tujuan investasi, dan seberapa lama kamu berencana untuk memegang investasi tersebut. Dalam praktiknya, investor sering dikategorikan ke dalam tiga profil risiko utama, yaitu konservatif yang cenderung memilih instrumen berisiko rendah, moderat yang siap menerima fluktuasi sedang, dan agresif yang bersedia menghadapi risiko lebih besar demi peluang pertumbuhan investasi yang tinggi.

Baca juga: 7 Produk Investasi saat Krisis Ekonomi yang Paling Stabil

Pilih Manajer Investasi yang Terpercaya dan Terdaftar di OJK

Dalam memilih investasi reksa dana yang tepat, salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan adalah memperhatikan manajer investasi yang terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Manajer investasi merupakan profesional yang akan mengelola portofolio investasi kamu berdasarkan perjanjian pengelolaan dana dan kebijakan produk reksa dana yang dipilih, mulai dari pemilihan instrumen hingga distribusi aset di berbagai pasar modal.

Manajer investasi yang sudah terdaftar di OJK secara resmi akan tercantum dalam daftar regulator sehingga kamu bisa memeriksa status izin dan rekam jejaknya melalui situs resmi OJK atau kanal informasi pasar modal lainnya sebelum memutuskan berinvestasi. Hal ini membantu mengurangi risiko terjadinya penipuan dan memberi dasar yang lebih kuat untuk menilai kualitas pengelolaan dana yang ditawarkan oleh produk reksa dana tertentu.

Perhatikan Kinerja Historis Reksa Dana

Salah satu cara memilih reksa dana yang tepat berikutnya adalah dengan memperhatikan kinerja historis reksa dana. Data performa masa lalu yang mencakup return tahunan selama beberapa tahun dapat dijadikan gambaran bagaimana reksa dana tersebut bereaksi terhadap kondisi pasar yang berbeda‑beda. Dengan begitu, kamu bisa melihat apakah produk tersebut cenderung stabil atau sangat fluktuatif dari waktu ke waktu.

Ada beberapa metrik yang bisa dipertimbangkan, seperti average annual return atau perbandingan terhadap benchmark untuk membantu investor membandingkan konsistensi hasil antar reksa dana. Namun, perlu diingat bahwa kinerja historis bukan satu‑satunya indikator yang harus dijadikan dasar keputusan investasi karena kondisi ekonomi, strategi pengelolaan dana, dan faktor eksternal pasar bisa berubah sewaktu‑waktu.

Cek Total Dana Kelola atau AUM

Cara menentukan reksa dana yang tepat selanjutnya adalah dengan memeriksa total dana kelola atau Assets Under Management (AUM). AUM adalah total nilai pasar dari semua aset yang dikelola oleh suatu reksa dana atas nama investor‑investornya. Hal itu turut mencakup saham, obligasi, kas, dan instrumen lain dalam portofolio tersebut. Angka ini menunjukkan seberapa besar dana yang berhasil dihimpun oleh manajer investasi dari para investor serta kinerja pemasukan atau pengelolaan investasi secara keseluruhan.

Terlebih lagi reksa dana dengan AUM besar sering kali mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi dan likuiditas yang relatif baik sehingga kamu dapat dengan lebih mudah membeli atau menjual unit investasi tanpa terlalu memengaruhi harga pasar. Selain itu, dana yang lebih besar juga bisa memberi keuntungan skala, misalnya melalui biaya operasional yang lebih efisien karena biaya‑biaya tersebut tersebar di basis aset yang lebih luas.

Cara_Memilih_Reksa_DanaSumber: Check City

Perhatikan Biaya yang Dikenakan

Biaya yang dikenakan saat berinvestasi reksa dana juga menjadi salah satu aspek penting lainnya yang perlu diperhatikan karena akan langsung memengaruhi hasil investasi kamu dari waktu ke waktu. Dalam reksa dana, ada beberapa jenis biaya yang mungkin dibebankan, baik itu secara langsung pada investor maupun sudah termasuk dalam harga unit reksa dana itu sendiri.

Salah satu komponen utama yang perlu kamu cermati adalah expense ratio, yakni persentase biaya tahunan yang dipotong dari total aset dana untuk menutupi biaya pengelolaan, administrasi, dan operasional lainnya oleh manajer investasi. Semakin tinggi expense ratio, semakin besar biaya yang akan mengurangi imbal hasil investasi kamu dari waktu ke waktu.

Selain expense ratio, beberapa biaya lain yang sering muncul dalam reksa dana antara lain biaya pembelian saat kamu pertama kali membeli unit, biaya penjualan kembali ketika kamu mencairkan investasi, serta biaya switching jika kamu memindahkan dana antar produk reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi yang sama.

Ada juga biaya‑biaya internal seperti biaya bank kustodian, biaya akuntan publik, dan biaya administrasi. Hal tersebut biasanya sudah tercermin dalam perhitungan expense ratio dana tersebut.

Lihat Komposisi Portofolio dan Alokasi Investasi

Cara memilih reksa dana selanjutnya adalah dengan melihat komposisi portofolio dan alokasi investasi. Hal ini berguna untuk membantu memahami bagaimana dana kamu akan ditempatkan di berbagai instrumen pasar modal, seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Komposisi ini pada dasarnya menunjukkan proporsi aset yang dimiliki oleh reksa dana tersebut dalam portofolionya dan biasanya disusun berdasarkan strategi investasi yang ingin dicapai.

Selain itu, alokasi investasi juga memberikan gambaran tentang diversifikasi aset yang diterapkan oleh manajer investasi, yakni penyebaran dana ke berbagai instrumen agar risiko investasi tidak terlalu terfokus pada satu jenis aset saja. Diversifikasi yang baik cenderung membantu menjaga kestabilan portofolio ketika satu kelas aset mengalami tekanan pasar karena aset lainnya bisa memberikan penyeimbang performa.

Itulah beberapa cara memilih reksa dana yang tepat bagi pemula. Pastikan kamu sudah memiliki strategi keuangan jangka pendek maupun jangka panjang sebelum memutuskan menanamkan dana di produk-produk tersebut. Jangan lupa juga melengkapi kebutuhan gadget terbaik yang dapat membantu kamu memantau pasar dan portofolio investasimu kapan pun diperlukan.

Salah satu pilihan menarik adalah Xiaomi 15 Ultra yang menawarkan performa super gesit dengan efisiensi daya tinggi berkat chipset terbaru, Snapdragon 8 Elite. HP ini juga dilengkapi berbagai fitur AI canggih yang mempermudah segala aktivitas multitasking atau pekerjaan berat sehari-hari.

Kabar baiknya, Xiaomi 15 Ultra bisa kamu dapatkan dengan penawaran harga spesial melalui Eraspace. Bagi yang bergabung sebagai member MyEraspace, tersedia potongan harga tambahan yang membuat pengalaman belanja semakin menarik. Jadi, tunggu apa lagi? Temukan HP impianmu sekarang juga hanya di Eraspace, baik melalui situs resmi maupun aplikasi resminya!

Baca juga: 5 Tips Menyiapkan Dana Darurat untuk Kebutuhan Tidak Terduga


Diunggah Pada : 18 Des 2025 | Kategori TIPS & TRICKS
    COPYRIGHT © 2026 ERAFONE.COM ALL RIGHTS RESERVED.