Sumber: WIRED
Beberapa waktu yang lalu, jaringan internet tiba-tiba terasa sangat lambat dan banyak situs besar yang kesulitan untuk diakses. Beberapa layanan terkenal seperti Spotify, X, Canva, hingga OpenAI bahkan sempat tidak bisa diakses secara bersamaan oleh pengguna di seluruh dunia. Hal ini dikabarkan disebabkan oleh kegagalan teknis pada jaringan global milik Cloudflare.
Namun, masih banyak yang belum mengetahui apa itu Cloudflare? Layanan ini bekerja sebagai perantara antara pengguna dan server utama sehingga setiap permintaan akses akan melewati jaringan Cloudflare terlebih dahulu. Dengan begitu, Cloudflare dapat mencegah serangan siber hingga mempercepat waktu load page. Penasaran apa saja fungsi Cloudflare ini? Yuk, simak ulasan selengkapnya terkait apa itu Cloudflare dan berbagai fungsi utamanya di bawah ini!
Apa itu Cloudflare dan Cara Kerjanya?
Lalu, apa itu Cloudflare? Cloudflare adalah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan teknologi keamanan dan optimasi internet melalui jaringan Cloudflare sebagai reverse proxy, CDN, dan DNS global. Saat situs tertentu didaftarkan ke Cloudflare dan men-point DNS ke server Cloudflare, maka setiap permintaan aksesnya akan melalui jaringan Cloudflare sebelum sampai ke server asli situs tersebut.
Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat pengiriman konten dan memberikan lapisan proteksi utama. Cloudflare menyimpan cache konten statis di banyak server edge di seluruh dunia untuk mengurangi latensi dan beban server asal. Selain itu, sebagai reverse proxy, Cloudflare bisa menyaring lalu lintas berbahaya seperti serangan DDoS tanpa membuka IP asli dari servermu sehingga berguna untuk meningkatkan keamanan dan kinerja situs.
Sumber: The New York Times
Fungsi Utama Cloudflare untuk Website
Setelah mengetahui apa itu Cloudflare, selanjutnya kamu perlu mengetahui apa saja fungsi utama dari Cloudflare bagi situs web. Secara umum, Cloudflare berfungsi untuk mempercepat waktu muat halaman situs sekaligus melindungi keamanan server situs. Nah, berikut ini sejumlah fitur yang ditawarkan Cloudflare.
Content Delivery Network (CDN)
Salah satu fitur Cloudflare yang ditawarkan bagi situs web adalah Content Delivery Network atau CDN yang berfungsi sebagai tulang punggung untuk mempercepat distribusi konten ke pengguna di seluruh dunia. Dengan lebih dari 330 pusat data di berbagai lokasi global, Content Delivery Network (CDN) menyimpan salinan konten statis situs seperti gambar, CSS, dan JavaScript di titik-titik server terdekat dengan pengguna sehingga mengurangi jarak dan waktu pemuatan halaman.
Baca juga: 6 Cara Membuka Situs yang Diblokir di Google Secara Mudah
Layanan DNS
Fitur berikutnya yang ditawarkan dari Cloudflare adalah layanan DNS atau Domain Name System yang dirancang untuk menjamin keandalan dan keamanan nama domain situs penggunanya. Cloudflare menyediakan DNS otoritatif dengan latensi rata-rata sekitar 11 ms berkat jaringannya yang luas dan tersebar di lebih dari 330 kota di dunia.
Perlindungan DDoS
Salah satu fitur Cloudflare yang tidak kalah penting berikutnya adalah memberikan perlindungan dari DDoS atau Distributed Denial of Service. DDoS merupakan serangan siber yang bertujuan untuk mengganggu kinerja server, layanan, atau jaringan dengan cara membanjiri situs dengan traffic data palsu dari banyak sumber secara sekaligus.
Hal ini membuat sistem target menjadi lambat, tidak responsif, atau bahkan offline sehingga pengguna yang sah tidak bisa mengaksesnya. Nah, layanan Cloudflare mampu menarik traffic data palsu tersebut sebelum menyentuh server asli sehingga situs web pengguna tetap stabil dan dapat digunakan.
Keamanan & Firewall
Cloudflare juga menyediakan Web Application Firewall atau WAF yang dirancang khusus untuk menolak permintaan berbahaya sebelum sampai ke server asli kamu. Dengan aturan canggih dan machine learning, WAF ini mampu memblokir serangan seperti injeksi SQL, XSS, dan upaya penyisipan malware. FItur ini sangat efektif untuk mencegah serangan siber seperti peretasan dan pengunggahan file berbahaya, sekaligus menjaga website tetap aman dan stabil.
Sumber: Mashable
Dampak Layanan Cloudflare Down
Dengan berbagai fungsinya tersebut, layanan Cloudflare sangat berguna untuk menjaga server situs penggunanya tetap stabil dan aman saat dikunjungi. Nah, saat Cloudflare mengalami gangguan, efeknya tidak hanya dialami oleh satu atau dua situs saja. Seperti di kasus yang terjadi belakangan waktu ini, layanan Cloudflare yang down membuat banyak layanan populer seperti X, OpenAI, hingga beberapa layanan Google tidak bisa diakses. Berikut ini sejumlah dampak layanan Cloudflare down.
Banyak Layanan dan Aplikasi Populer Mengalami Error
Ketika Cloudflare mengalami gangguan besar, banyak layanan atau aplikasi populer ikut terpengaruh secara langsung. Tidak sedikit layanan yang kemudian menampilkan pesan Internal Server Error atau bahkan sulit diakses sama sekali. Platform seperti X, OpenAI atau ChatGPT, Spotify, dan Canva tercatat sebagai sebagian dari pengguna utama Cloudflare yang merasakan efek dari kegagalan infrastruktur ini.
Hal ini sekaligus menunjukkan betapa besar ketergantungan banyak aplikasi populer terhadap layanan keamanan Cloudflare. Ketika infrastruktur Cloudflare mengalami gangguan, banyak layanan yang mengandalkan CDN atau proteksi Cloudflare harus menahan beban sendirian sehingga menyebabkan gangguan fungsi, performa layanan yang melambat, atau bahkan mati total.
Pemilik Situs Web Tidak Bisa Mengakses Dashboard Cloudflare
Saat Cloudflare mengalami gangguan besar, salah satu dampak paling berat justru dirasakan oleh para pemilik situs web. Hal itu dikarenakan mereka tidak bisa login ke Dashboard Cloudflare yang menjadi sarana utama untuk mengelola konfigurasi, analisis trafik, hingga pengaturan keamanan. Hal ini tentunya memberikan dampak buruk bagi situs web karena pemilik situs tidak bisa melakukan tindakan darurat, seperti mengubah pengaturan nameserver, mematikan proxy, atau melakukan rollback konfigurasi.
Website yang Pakai Cloudflare Tidak Bisa Dibuka
Karena Cloudflare berperan sebagai gerbang utama akses internet, gangguan pada sistemnya membuat banyak pengguna tidak dapat terhubung ke berbagai situs yang menggunakan layanan tersebut. The Guardian melaporkan bahwa insiden ini berlangsung kurang lebih tiga jam, hingga akhirnya tim Cloudflare menemukan dan memperbaiki masalah yang dipicu oleh kesalahan pada file konfigurasi.
Di sepanjang periode gangguan itu, pengguna dari berbagai negara melaporkan beragam kendala. Beberapa situs tidak dapat dimuat sama sekali, sebagian menampilkan pesan error 5xx, sementara lainnya mengalami koneksi yang terputus secara tiba-tiba.
Apakah kamu sudah memahami apa itu Cloudflare dan alasan bagaimana dampaknya saat Cloudflare mengalami down. Untuk memastikan pengalaman browsing tetap nyaman dan bebas hambatan, pastikan kamu memakai perangkat gadget berkualitas yang bisa kamu temukan dengan mudah di erafone.
Salah satu pilihannya adalah Vivo V40 5G yang hadir dengan layar AMOLED dan refresh rate 120 Hz sehingga memberikan tampilan visual yang halus dan responsif saat kamu melakukan scrolling atau menjelajah internet. Menariknya lagi, kini kamu bisa membeli Vivo V40 5G dengan penawaran harga spesial di erafone. Caranya, kamu bisa mengunjungi situs resmi erafone atau unduh aplikasinya.
Baca juga: Cara Mencegah Riwayat Pencarian Browser Dilihat oleh Admin Wifi
