7 Fitur Lama iPhone yang Sudah Hilang dan Kini Dirindukan Penggunanya

7 Fitur Lama iPhone yang Sudah Hilang dan Kini Dirindukan Penggunanya
Hingga sekarang iPhone masih menjadi gadget pilihan terbaik banyak orang. Sejak awal rilis pada tahun 2007 sampai tahun ini, penggunanya terus bertambah. Ketika menggunakan iPhone penggunanya seperti dimanjakan dengan performa lancar, fitur intuitif, kamera dengan hasil bagus, hingga tampilannya yang premium. Hal inilah yang membuat banyak orang sulit berpaling dari penggunaan iPhone.
Bahkan, tidak jarang orang sudah menggunakannya sejak series iPhone jadul seperti iPhone 4 hingga sekarang iPhone 17. Kalau kamu salah satunya, pasti sadar kalau kini sudah ada banyak fitur lama iPhone yang sudah hilang dan digantikan dengan fitur-fitur kekinian yang lebih canggih. Banyak fitur ikonik yang menjadi identitas perangkat Apple dihapus dan digantikan begitu saja.
Meski keputusan tersebut diambil demi melahirkan inovasi baru seperti layar edge-to-edge, Face ID, hingga konektivitas nirkabel, tapi tak sedikit pengguna lama yang merindukan kepraktisan dan sensasi unik dari fitur lama iPhone tersebut. Penasaran apa saja? Berikut adalah fitur lama iPhone yang kini tinggal kenangan, tetapi masih sering dibicarakan penggunanya!
3D Touch
Salah satu fitur lama iPhone yang sering disebut saat membahas iPhone jadul adalah fitur 3D Touch. Teknologi ini pertama kali hadir pada iPhone 6s tahun 2015 dan memungkinkan layar mendeteksi tingkat tekanan jari pengguna. Dengan menekan layar sedikit lebih kuat, kamu bisa membuka shortcut aplikasi, melihat preview foto maupun tautan melalui fitur Peek and Pop.
Bahkan pengguna iPhone juga bisa mengakses berbagai menu dengan lebih cepat lewat fitur ini. Ketika dipakai bermain game, getarannya juga terasa lebih responsif dan membuat permainan lebih seru. Respons haptic yang dihasilkan terasa sangat presisi sehingga pengalaman navigasi menjadi lebih natural. Sayangnya fitur ini sudah dihapus sejak perilisan iPhone XR.
Apple menggantikan teknologi tersebut dengan Haptic Touch yang hanya mengandalkan sentuhan tahan lama melalui software. Pergantian ini dilakukan untuk menyederhanakan desain perangkat sekaligus memberi ruang bagi komponen lain seperti layar edge-to-edge. Walaupun fungsinya secara umum serupa, banyak pengguna merasa Haptic Touch tidak mampu memberikan sensasi responsif yang sama seperti 3D Touch.
Slide to Unlock
Fitur iPhone berupa “Slide to Unlock” adalah fitur yang sangat ikonik. Bagi pengguna iPhone generasi awal, tentu masih ingat dengan tulisan ini di lock screen. Fitur ini menjadi salah satu identitas iPhone sejak pertama kali diperkenalkan oleh Steve Jobs pada tahun 2007. Cukup menggeser slider dari kiri ke kanan, layar akan langsung terbuka dengan efek animasi dan suara klik yang sangat khas.
Gerakan sederhana tersebut bahkan menjadi salah satu desain antarmuka paling berpengaruh dalam sejarah smartphone. Boomingnya fitur ini akhirnya tergantikan, dengan sistem "Press Home to Unlock". Lalu, setelah era Face ID dimulai, mekanisme tersebut kembali berubah menjadi “Swipe Up to Open” yang digunakan hingga sekarang.
Walaupun sistem baru terasa lebih modern, banyak pengguna tetap menganggap Slide to Unlock memiliki pengalaman yang lebih berkesan dan menjadi simbol awal kesuksesan iPhone di industri smartphone. Dengan ciri khas yang sangat menempel ini membuat banyak pengguna iPhone yang mengharapkan fitur ini kembali.

Sumber: iDownload
Home Button & Touch Id
Home Button merupakan salah satu elemen desain yang paling melekat pada iPhone selama bertahun-tahun. Tombol fisik ini digunakan untuk kembali ke layar utama, membuka multitasking, hingga mengaktifkan berbagai fungsi navigasi. Fungsinya terasa semakin pintar sejak iPhone 5s, dimana Apple mengintegrasikan sensor sidik jari atau Touch ID ke dalam Home Button, sehingga proses membuka kunci perangkat menjadi jauh lebih cepat dan aman.
Saat Apple beralih ke desain layar penuh, Home Button akhirnya dihilangkan dan digantikan oleh sistem navigasi gesture serta Face ID. Meskipun Face ID dikenal cepat dan memiliki tingkat keamanan tinggi, banyak pengguna masih merindukan Touch ID karena lebih praktis. Terutama ketika memakai masker, iPhone berada di atas meja, atau saat kamera rusak, face ID bisa tidak berfungsi dengan optimal.
Selain itu, keberadaan Home Button juga membuat tampilan iPhone terasa lebih ikonik dibanding desain modern saat ini. Walaupun terlihat jadul, tetapi masih banyak pengguna yang susah “move on” dari fitur iPhone yang satu ini.
Baca juga: Daftar iPhone Worth It di Tahun 2026, Masih Miliki Performa Kencang!
Headphone Audio Jack 3,5 mm
Keputusan Apple menghapus headphone jack 3,5 mm pada iPhone 7 tahun 2016 menjadi salah satu perubahan paling kontroversial dalam sejarah iPhone. Langkah tersebut memang mendorong perkembangan perangkat audio nirkabel seperti AirPods sekaligus memberi ruang untuk desain yang lebih tahan air. Namun di sisi lain, pengguna harus mulai mengandalkan adaptor lightning, type C, ataupun perangkat Bluetooth untuk mendengarkan musik.
Tentunya fitur lama iPhone ini sangat dirindukan untuk bisa kembali, karena saat ini penggunaan earphone kabel kembali populer karena dianggap memiliki kualitas suara stabil, bebas latency, dan tidak repot harus mengisi daya. Banyak pengguna juga merasa lebih praktis karena cukup mencolokkan kabel tanpa perlu melakukan pairing atau mengisi daya. Hingga sekarang, absennya headphone jack masih menjadi salah satu fitur lama yang paling sering disebut ketika membahas iPhone jadul.
Charger 30-Pin Connector
Sebelum menggunakan Lightning dan kini beralih ke USB-C, iPhone generasi awal memakai konektor 30-pin yang berukuran cukup besar. Port ini digunakan mulai dari iPhone pertama hingga iPhone 4s dan juga menjadi standar pada berbagai perangkat iPod. Walaupun bentuknya tidak reversible sehingga harus dipasang dengan posisi tertentu, konektor ini memiliki fungsi yang sangat lengkap untuk kebutuhan pengisian daya, transfer data, hingga output audio.
Pada masanya, konektor 30-pin didukung oleh ekosistem aksesori yang sangat luas, mulai dari docking speaker, alarm clock, hingga sistem audio di mobil. Banyak pengguna iPhone di era 2000-an yang masih menyimpan kenangan menggunakan berbagai aksesori tersebut bersama iPhone mereka. Meski secara teknologi sudah jauh tertinggal dibanding USB-C, konektor 30-pin tetap memiliki nilai nostalgia yang sulit dilupakan oleh para penggemar produk Apple.

Sumber: iMore
Ikon Aplikasi Berkonsep “Skeuomorphism”
Selain fitur lama iPhone, tampilan antarmuka pada iPhone juga berubah drastis. Sebelum hadirnya desain minimalis seperti sekarang, iPhone menggunakan konsep antarmuka bernama “skeuomorphism” pada iOS 1 hingga iOS 6. Setiap ikon aplikasi dibuat menyerupai benda asli dengan detail tekstur yang sangat realistis.
Aplikasi Notes tampil seperti buku catatan berwarna kuning, ikon kamera menyerupai lensa DSLR lengkap dengan animasi shutter, hingga ikon kalkulator terlihat seperti mesin hitung sungguhan. Konsep desain ini sangat terasa natural dan nyaman ketika digunakan. Apple mulai meninggalkan konsep tersebut sejak iOS 7 dan beralih ke desain flat yang lebih sederhana.
Tujuannya adalah menciptakan tampilan yang bersih, modern, dan konsisten di seluruh sistem operasi. Meski perubahan ini diterima dengan baik, banyak pengguna lama menganggap desain skeuomorphism memiliki karakter visual yang lebih hangat dan artistik. Tidak heran jika ikon klasik iPhone masih sering muncul sebagai tema nostalgia di kalangan penggemar Apple.
Tombol Power Off yang Langsung Bisa Mematikan iPhone
Pada iPhone jadul generasi lama, mematikan perangkat merupakan proses yang sangat sederhana dan cepat. Kamu hanya perlu menekan dan menahan tombol Power beberapa detik hingga muncul slider "Slide to Power Off", kemudian menggesernya untuk mematikan perangkat. Cara ini terasa intuitif dan dapat dilakukan dengan cepat tanpa perlu mengingat kombinasi tombol tertentu.
Sejak Apple memperkenalkan Siri melalui Side Button pada iPhone modern, fungsi tombol tersebut berubah. Menahan tombol Power kini akan memanggil Siri, sedangkan untuk mematikan perangkat pengguna harus menekan kombinasi tombol Power dan Volume atau melalui menu Settings.
Meskipun perubahan ini memberikan ruang bagi fitur baru, banyak pengguna merasa proses mematikan atau restart iPhone kini menjadi lebih rumit dibanding generasi sebelumnya. Oleh karena alasan itulah, tombol Power dengan fungsi tunggal masih menjadi salah satu fitur sederhana yang cukup dirindukan hingga saat ini.
Bagaimana, apakah kamu masih ingat fitur lama iPhone diatas? Rasanya pasti seperti nostalgia karena sudah ada banyak perubahan terbaru. Walaupun perubahannya untuk membuat iPhone terasa lebih up to date, tetapi kehadiran fitur lama iPhone tetap seringkali dirindukan penggunanya.
Kini kamu bisa nikmati fitur canggih di iPhone terbaru, seperti Apple Intelligence, Action Button, hingga tampilan Dynamic Island yang ikonik. Fitur terbaru iPhone ini bisa kamu nikmati di perangkat iPhone 17. Dukungan chipset A19 yang bekerja keras dibaliknya akan memastikan performa handphone terasa lancar tanpa lag yang menganggu.
Segera dapatkan iPhone ini dengan cara membelinya di erafone. Ada potongan harga spesial, promo bank yang menguntungkan, hingga penawaran gratis ongkir setiap pembelian online di erafone. Setiap produk yang dijual di erafone juga sudah terjamin original 100%, jadi jangan ragu dan segera beli iPhone impianmu sekarang!
Baca juga: 6 Alasan iPhone Cocok untuk Jangka Panjang, Pemakaiannya Awet!