
Di era booming-nya PlayStation khususnya PS1 dan PS2 menjadi momen bersejarah bagi anak-anak yang tumbuh di masa tersebut. Apalagi dengan banyaknya rental PS yang bermunculan memungkinkan siapapun bisa bermain game konsol tanpa harus membelinya. Ditambah ada banyak koleksi game PS1 dan PS2 yang sangat seru dan memorable saat memainkannya.
Sayangnya, di era ini bersamaan dengan banyaknya game bajakan yang terbilang sangat mudah untuk didapatkan. Mengingat, mendapatkan game original untuk PS1 dan PS2 terbilang sulit jika dibandingkan saat ini. Ditambah dengan beberapa alasan yang menjadi penyebab banyaknya game bajakan. Lalu, apa yang menjadi penyebab banyaknya game bajakan di era awal-awal PlayStation? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Harga Game Original yang Terbilang Mahal
Tidak bisa dipungkiri bahwa maraknya game bajakan di era awal konsol PlayStation salah satunya karena harga game original terbilang sangat mahal. Di awal 2000-an saja, satu keping game resmi bisa dihargai hingga ratusan ribu rupiah. Kondisi ini membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum membeli game original. Di sisi lain, game bajakan malah sangat mudah ditemukan dengan harga lebih murah yang dijual di kios-kios kecil atau rental PS pinggir jalan.
Selisih harga ini yang membuat banyak pemain lebih memilih opsi bajakan untuk bisa memainkan banyak judul game. Apalagi sistem konsol berbasis CD atau DVD cukup mudah proses penggandaannya. Banyak pemain yang lebih fokus pada pengalaman bermain dibandingkan keaslian produk sehingga situasi ini menjadi faktor besar membentuk sejarah industri game PS di awal kemunculannya.

Sumber: istockphoto
Sistem Keamanan Perangkat PlayStation Mudah Dibobol
Lanjut ke penyebab banyaknya game bajakan di konsol PlayStation berikutnya adalah sistem keamanan yang mudah dan cepat untuk dibobol. Pasalnya, tidak lama setelah konsol ini dirilis Sony, ada berbagai modchip mulai beredar di pasaran yang secara cepat menjadi populer di kalangan pengguna. Modchip ini memungkinkan PS2 membaca DVD bajakan tanpa melewati sistem proteksi resmi.
Proses pemasangan modchip tergolong mudah dan murah sehingga banyak jasa instalasi bermunculan di berbagai tempat. Hal ini membuat hampir semua rental PlayStation hingga pengguna rumahan memilih untuk memodifikasi konsol mereka yang menyebabkan akses game bajakan semakin terbuka dan sulit dikendalikan.
Situasi ini mempercepat penyebaran game bajakan secara masif di berbagai wilayah. Hampir tidak ada batasan teknis yang benar-benar efektif untuk menghentikannya. Kondisi ini membuat pembajakan menjadi bagian sangat lekat dengan ekosistem gaming di awal masa PS1 dan PS2.
Rendahnya Kesadaran Hak Cipta
Kesadaran pemain akan hak cipta pada awal kemunculan konsol PlayStation memang tergolong sangat rendah. Pembajakan game saat itu sering dianggap hal biasa dan tidak dipermasalahkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pemain tidak benar-benar memahami bahwa penggunaan game bajakan akan merugikan developer maupun industri game secara global.
Apalagi distribusi resmi belum seluas sekarang dan platform digital seperti toko online belum tersedia pada saat itu. Kondisi ini membuat pilihan pemain menjadi sangat terbatas yang cenderung mengarah ke versi bajakan. Tidak heran, jika generasi pemain di era PS1 dan PS2 tumbuh dalam lingkungan yang menganggap game bajakan sebagai sesuatu yang normal, bahkan versi bajakan menjadi standar utama yang digunakan untuk rental maupun toko game.
Baca juga: 7 Persaingan Karakter Hero dan Villain Paling Ikonik dalam Game
Tingginya Permintaan Game Bajakan karena Budaya Rental
Era awal kemunculan PS1 dan PS2 memang tidak bisa dilepaskan dari peran budaya rental PlayStation khususnya di Indonesia yang berkembang sangat pesat hingga bagian penting dari ekosistem gaming. Hampir di setiap sudut kota, mudah ditemukan tempat rental PS yang dipenuhi anak-anak hingga remaja.
Tingginya minat ini membuat pemilik rental harus menyediakan banyak pilihan game agar pelanggan tidak cepat bosan sehingga membeli game original dalam jumlah besar bukan pilihan realistis karena harganya yang mahal. Oleh karena itu, game bajakan menjadi solusi paling praktis dan ekonomis yang membuat pemilik rental bisa memperbarui koleksi game tanpa mengeluarkan modal besar.

Sumber: istockphoto
Internet dan Distribusi Digital yang Masih Belum Berkembang
Penyebab banyaknya game bajakan di era awal PS1 dan PS2 tidak terlepas dari akses mendapatkan game original yang tidak mudah seperti sekarang. Saat ini, layanan distribusi digital seperti PlayStation Store atau Steam menjadi solusi dalam mendapatkan beragam pilihan game. Sementara pada masa awal PlayStation, pemain hanya bisa mendapatkan game melalui toko atau rental terdekat.
Kondisi ini jelas membuat akses terhadap game sangat bergantung pada ketersediaan fisik di lapangan. Situasi ini membuka celah besar bagi penyebaran game bajakan karena banyak toko kecil mulai memanfaatkan komputer dan perangkat burning disc untuk menggandakan DVD game. Akibatnya, distribusi game bajakan berkembang cepat dibandingkan distribusi resmi sehingga pemain lebih sering menemui versi bajakan karena lebih mudah didapat dan lebih murah.
Itu dia sejumlah penyebab banyaknya game bajakan di era kemunculan PS1 dan PS2. Jika dibandingkan dengan masa sekarang, mungkin game bajakan masih ada walaupun tidak sebesar zaman dulu. Apalagi dengan banyaknya akses platform yang memungkinkan siapapun bisa mendapatkan game-game sesuai keinginan secara mudah dan tentunya original.
Ditambah dengan platform online yang memungkinkan kamu mendapatkan game tidak hanya original, namun lebih murah karena adanya potongan promo diskon. Untuk konsol PlayStation terkini yaitu PS5 beserta game-nya, bisa kamu dapatkan secara online melalui erafone. Caranya dengan mengunjungi website resmi erafone atau download aplikasinya di smartphone.
Jadi tunggu apalagi? Yuk, dapatkan perangkat gaming beserta game-nya secara mudah hanya di erafone, sekarang.