HP Lemot Setelah Dipakai Setahun? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dihindari!

HP Lemot Setelah Dipakai Setahun? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dihindari!
Setiap membeli handphone baru, kamu pasti akan merasa sangat senang karena bisa menggunakan perangkat yang performanya terasa sangat lancar dan ngebut. Rasanya setiap aktivitas di handphone bisa dijalankan dengan cepat dan ngebut, tanpa ada lemot yang mengganggu. Tentunya, setiap orang menginginkan handphone mereka selalu dalam kondisi lancar seperti pertama kali menggunakannya.
Tetapi, pada kenyataannya seringkali performa HP turun dengan sangat cepat, yang tadinya responsif kini terasa lemot. Banyak pengguna yang merasakan HP lemot setelah dipakai setahun, padahal spesifikasi HP sama saja seperti waktu baru dibeli, tapi performanya langsung menurun drastis. Masalah seperti ini memang sering dirasakan orang, tapi sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan mudah.
Jangan langsung menyalahkan produsen handphone, coba periksa lagi kebiasaan kamu saat menggunakan HP. Apakah kamu sering malas menghapus cache, membiarkan foto menumpuk, atau sering membiarkan HP dalam kondisi overheat? Sebelum merasa emosi karena HP cepat menurun performanya, cobalah untuk mengetahui beberapa penyebab HP lemot setelah dipakai setahun berikut ini!
Storage HP Hampir Penuh
Salah satu kebiasaan ketika menggunakan handphone baru adalah membiarkan diri menyimpan file, foto, dokumen, dan video dalam jumlah yang tidak terkira banyaknya. Kamu mungkin berpikir karena HP masih baru, storage pasti masih banyak tersedia, sehingga belum perlu repot menghapus file yang sudah tidak digunakan. Padahal, kebiasaan seperti inilah yang bisa membuat HP lemot setelah dipakai setahun atau lebih.
Terlalu banyak foto, video, aplikasi, dan file yang dibiarkan menumpuk akan membuat ruang penyimpanan semakin menipis. Ketika storage internal hampir penuh, sistem HP jadi hanya punya ruang terbatas untuk menyimpan data sementara dan melakukan berbagai proses operasional perangkat. Kondisi ini pada akhirnya dapat membuat performa perangkat menurun dan aplikasi terasa lebih lambat ketika digunakan.
Oleh karena itu, jangan menunggu storage benar-benar penuh dulu baru mulai membersihkan storage HP. Walaupun HP masih baru, kamu tetap perlu rutin mengecek kapasitas storage dan menghapus file yang sudah tidak diperlukan supaya ruang penyimpanan tetap lega.

Sumber: Shutterstock
Jarang Restart Handphone
Penyebab HP lemot setelah dipakai setahun selanjutnya adalah terlalu jarang untuk melakukan restart perangkat. Banyak orang berpikir kalau HP masih baru dan tidak mengalami masalah apapun, maka tidak perlu melakukan restart secara rutin. Padahal, restart dapat membantu menjaga performa HP tetap kencang.
Dengan rutin melakukan restart, kamu jadi memberikan kesempatan bagi sistem untuk memuat ulang setiap proses dengan kondisi yang lebih fresh. Kalau HP terus digunakan tanpa pernah di-restart, aplikasi akan lebih mudah mengalami error dan membuat penggunaannya terasa lebih lemot.
Selain itu, restart juga bisa membantu mengatasi masalah kecil seperti aplikasi yang tiba-tiba tidak responsif, sistem yang terasa berat, atau beberapa bug sementara. Jadi, kalau HP kamu mulai terasa lemot padahal sebelumnya masih normal, tidak ada salahnya mencoba restart terlebih dahulu sebelum melakukan langkah lainnya. Kamu juga tidak perlu menunggu sampai HP benar-benar bermasalah untuk melakukan restart, lakukanlah secara rutin seminggu sekali.
Penumpukan Aplikasi
Selain membiarkan file dan foto menumpuk, ketika menggunakan handphone baru kamu juga akan langsung mengunduh berbagai aplikasi yang dirasa penting. Apalagi kini hampir semua kebutuhan bisa dilakukan melalui aplikasi, mulai dari media sosial, streaming, belanja online, perbankan, sampai aplikasi untuk bekerja.
Tanpa sadar, kebiasaan untuk mengunduh aplikasi ini akan membuat storage handphone jadi terasa cepat penuh. Semakin banyak aplikasi yang dimiliki, semakin besar juga ruang penyimpanan dan sumber daya yang dibutuhkan oleh HP, inilah yang bisa menjadi penyebab handphone lemot walaupun baru digunakan selama satu tahun.
Maka dari itu, coba cek kembali daftar aplikasi di HP kamu dan hapus aplikasi yang memang sudah tidak pernah digunakan. Dengan begitu, storage bisa lebih lega dan HP tidak perlu bekerja menangani aplikasi yang sebenarnya sudah tidak kamu butuhkan.
Baca juga: 5 Kebiasaan Setelah Membeli HP Baru yang Harus Dihindari
Overheat Akibat Pemakaian Intens
Panas berlebih atau overheating juga bisa menjadi salah satu penyebab HP terasa lemot meskipun baru dipakai satu tahun. Penggunaan HP secara intens dalam waktu lama, seperti untuk main game, streaming, editing video, atau charging sambil digunakan, bisa membuat suhu perangkat meningkat.
Hal ini juga sering terjadi ketika kamu baru membeli HP dan sedang semangat untuk menggunakannya, contohnya seperti melakukan push rank berjam-jam karena merasa HP terasa lancar. Padahal, kamu perlu tetap ingat kalau musuh utama perangkat elektronik adalah suhu yang terlalu panas.
Ketika suhu HP sudah terlalu tinggi, sistem dapat melakukan thermal throttling, yaitu menurunkan performa prosesor untuk membantu mengendalikan temperatur perangkat. Akibatnya, performa HP akan terasa lemot dan aplikasi bisa lebih lambat. Jadi, kalau kamu sering membiarkan HP overheat jangan heran kalau HP menjadi lambat walaupun spesifikasinya masih tergolong baru.
Tidak Pernah Membersihkan Cache
Cache sebenarnya memiliki fungsi penting karena bisa membantu aplikasi menyimpan data sementara. Hal ini akan memudahkan kamu ketika ingin membuka aplikasi dengan lebih cepat. Namun, penumpukan cache dari berbagai sumber perlahan akan membuat handphone lemot, meskipun umur perangkat masih muda.
Kalau storage sudah mulai terbatas dan cache semakin banyak, kamu mungkin akan merasa HP semakin berat ketika digunakan. HP jadi kurang responsif dan pergerakannya terasa sangat lambat. Oleh karena itu, kebiasaan untuk membersihkan cache seminggu sekali bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga ruang penyimpanan tetap lega. Hal ini perlu dilakukan agar HP tidak terasa lemot padahal baru digunakan selama satu tahun.

Sumber: Getty Images
Terlalu Banyak Aplikasi Berjalan di Background
HP lemot setelah dipakai setahun juga bisa terjadi jika kamu terus membiarkan aplikasi berjalan di latar belakang. Banyak aplikasi yang tetap melakukan proses di background meskipun sedang tidak kamu gunakan secara langsung. Misalnya, melakukan sinkronisasi data, memeriksa notifikasi, atau memperbarui informasi.
Kalau terlalu banyak aplikasi yang melakukan aktivitas tersebut secara bersamaan, penggunaan RAM, CPU, baterai, dan koneksi internet juga bisa ikut meningkat. Kondisi ini dapat membuat HP terasa lebih berat, terutama ketika perangkat memiliki sumber daya yang terbatas.Walaupun HP kamu masih tergolong baru, terlalu banyak aplikasi yang aktif di background tetap bisa memberikan beban tambahan pada sistem.
Maka dari itu, kamu perlu rutin memeriksa pengaturan background activity atau penggunaan baterai untuk melihat aplikasi mana yang paling banyak menggunakan resource. Untuk aplikasi yang memang jarang digunakan, kamu bisa membatasi aktivitas background atau menghapusnya jika sudah tidak diperlukan. Dengan begitu, potensi masalah perangkat lemot bisa lebih minim terjadi.
Sistem Operasi yang Jarang Diupdate
Penyebab HP lemot juga bisa terjadi kalau sistem operasi di perangkat jarang diupdate. Update software biasanya tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga berisi perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan optimasi sistem. Kalau kamu terus mengabaikan notifikasi update software, masaka masalah bug atau performa HP lambat akan tetap ada di handphone baru kamu.
Jadi, bukan berarti HP baru tidak membutuhkan update karena perangkat yang masih baru pun tetap perlu mendapatkan pembaruan sistem. Baik iOS maupun Android secara berkala merilis pembaruan untuk perangkat yang masih mendapatkan dukungan. Maka, ketika muncul update resmi yang tersedia untuk perangkatmu, sebaiknya langsung dilakukan, terutama jika pembaruan tersebut membawa perbaikan bug atau keamanan.
Itulah beberapa penyebab HP lemot setelah dipakai setahun yang perlu kamu ketahui sekaligus perlu dihindari. Selalu jaga performa handphone agar setelah digunakan bertahun-tahun rasanya masih kencang seperti pertama kali membeli. Pengalaman tersebut bisa kamu rasakan kalau memiliki HP OPPO Reno16 Pro, karena perangkat ini akan menjamin penggunaan lancar bahkan setelah penggunaan selama 6 tahun.
Sistem operasi Android 16, dukungan ColorOS 16, dan tenaga dari chipset Mediatek Dimensity 8550 akan menghadirkan performa HP yang lancar selama bertahun-tahun. Dukungan baterai dengan kapasitas 6700 mAh dan juga kamera utama 200MP akan membuat penggunaan terasa makin nyaman. Yuk segera dapatkan perangkat ini dengan cara membelinya melalui erafone!
Nikmati potongan harga spesial, jaminan barang original, hingga penawaran gratis ongkir setiap pembelian online di website atau aplikasi resmi erafone. Temukan pula berbagai handphone, gadget, hingga perangkat elektronik dengan penawaran harga terbaik hanya di erafone!
Baca juga: 7 Penyebab HP Android Lemot yang Sering Terjadi, Wajib Tahu!