
Tidak bisa dipungkiri bahwa serangan virus dan malware bisa terjadi kapan saja pada perangkat yang digunakan khususnya laptop. Ditambah perangkat laptop yang kamu gunakan untuk menghasilkan keuntungan lewat bisnis atau pekerjaan lainnya. Oleh karena itu, penting memahami bagaimana cara mencegah laptop kena malware secara tepat.
Hal ini sebagai langkah awal ketika laptop kena malware sehingga kamu lebih dulu merasa panik, lalu melakukan hal-hal yang justru merugikan. Hal terparah yang kemungkinan terjadi adalah kamu harus mengganti perangkat laptop baru. Lalu, bagaimana cara mencegah laptop kena malware sebagai langkah awal? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Lakukan Backup Data secara Teratur
Untuk mencegah laptop kena malware yang pertama bisa dilakukan dengan backup data secara rutin. Serangan malware tidak hanya bisa memperlambat kinerja laptop, namun juga berpotensi merusak atau bahkan menghapus file yang tersimpan di dalamnya. Dengan memiliki salinan cadangan, kamu tetap bisa memulihkan dokumen, foto, maupun data pekerjaan jika terjadi masalah pada perangkat.
Sebaiknya simpan cadangan data di lokasi terpisah dari perangkat utama seperti layanan penyimpanan cloud atau hard drive eksternal. Lembaga keamanan siber seperti Cybersecurity and Infrastructure Security Agency atau CISA juga merekomendasikan praktik backup rutin sebagai bagian dari perlindungan dasar terhadap serangan siber.
Pastikan proses backup dilakukan secara berkala terutama setelah menambahkan atau memperbarui file penting sehingga data tetap aman jika terjadi hal tidak diinginkan.

Sumber: istockphoto
Pemindaian secara Berkala dan Menyeluruh
Lanjut ke cara mencegah laptop kena malware berikutnya adalah dengan melakukan pemindaian sistem secara rutin. Apalagi pemindaian perangkat secara berkala, maka kamu bisa mendeteksi file berbahaya sejak dini sebelum ancaman merusak sistem atau mencuri data penting. Pastikan proses pemindaian mencakup seluruh bagian perangkat termasuk folder tersembunyi, aplikasi terinstal, hingga file tersimpan di media penyimpanan eksternal.
Sementara itu, sebagian besar perangkat lunak antivirus modern menyediakan fitur deep scan atau pemindaian mendalam untuk menemukan ancaman yang mungkin tidak terdeteksi dalam pemeriksaan biasa. Organisasi keamanan digital seperti AV-TEST dan Kaspersky Security Network menekankan pentingnya memperbarui database virus secara berkala sehingga sistem keamanan mampu mengenali jenis malware terbaru.
Perbarui Sistem Operasi dan Software
Memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin ternyata sebagai salah satu langkah efektif melindungi laptop dari ancaman malware. Banyak serangan siber memanfaatkan celah keamanan pada perangkat lunak yang belum diperbarui sehingga produsen sistem operasi seperti Windows, macOS, maupun pengembang aplikasi secara berkala merilis pembaruan.
Kamu bisa mengaktifkan fitur pembaruan otomatis sehingga perangkat bisa mengunduh dan memasang update penting tanpa harus dilakukan secara manual. Hal ini berlaku untuk aplikasi keamanan seperti antivirus dan firewall yang membutuhkan database terbaru untuk mengenali ancaman baru. Sistem yang diperbarui ini sebagai langkah mencegah laptop kena malware sehingga perangkat tetap berjalan lebih aman.
Baca juga: Sejumlah Cara Menonaktifkan Touchpad Laptop di Semua Merek
Hapus File, Program, Cache, dan Berkas yang Dicurigai Berbahaya
Cara mencegah laptop kena malware berikutnya adalah dengan menghapus beberapa file, program, cache, hingga berkas sementara yang dirasa berbahaya. Pasalnya, banyak malware menyamar dalam bentuk file biasa atau menggunakan nama terlihat familiar sehingga penting memperhatikan asal-usul file khususnya yang di-download dari internet atau dikirim melalui email tidak dikenal.
Selain menghapus file berbahaya, membersihkan cache dan berkas sementara juga penting dilakukan untuk menjaga sistem tetap aman. Cache browser, file sementara sistem, hingga data aplikasi yang tersimpan dapat menjadi tempat persembunyian malware tanpa disadari. Dengan rutin membersihkannya, kamu bisa mengurangi kemungkinan ancaman tersembunyi sekaligus membantu menjaga kinerja laptop optimal.
Kamu bisa menggunakan fitur bawaan sistem operasi atau menggunakan aplikasi pembersih tepercaya. Banyak sistem modern seperti Windows menyediakan tool bawaan seperti Disk Cleanup atau Storage Sense untuk membantu menghapus file sementara secara aman.
Menghindari Klik Tautan Mencurigakan
Cara mencegah laptop kena malware berikutnya yang penting untuk dilakukan adalah menghindari kebiasaan klik atau membuka tautan mencurigakan. Banyak serangan siber bermula dari tautan yang dikirim melalui email, pesan instan, atau media sosial. Jika kamu menerima pesan tidak dikenal atau terasa janggal, sebaiknya jangan langsung mengklik tautan disertakan di dalamnya.
Sebaiknya untuk memeriksa terlebih dahulu sumber pesan dan pastikan pengirimnya benar-benar tepercaya. Kamu bisa mencari informasi mengenai tautan melalui mesin pencari untuk melihat apakah ada laporan terkait potensi ancaman. Peretas sering memanfaatkan teknik phishing dengan menyamar sebagai lembaga resmi atau layanan populer agar pengguna terpancing untuk mengeklik tautan berbahaya.
Perhatikan juga alamat tautan terlihat tidak biasa atau menggunakan ejaan sedikit berbeda dari situs resmi. Dalam banyak kasus, malware akan langsung terunduh atau pengguna diarahkan ke situs palsu yang meminta data pribadi. Dengan lebih berhati-hati sebelum mengklik tautan, kamu bisa mengurangi risiko perangkat terinfeksi malware atau kebocoran data penting.

Sumber: istockphoto
Menonaktifkan Ekstensi dan Add-On Mencurigakan
Cara mencegah laptop kena malware yang terakhir adalah dengan menonaktifkan ekstensi dan add-on yang mencurigakan di browser sebagai langkah sederhana. Beberapa ekstensi yang tidak jelas asal-usulnya bisa menyimpan data aktivitas pengguna, menampilkan iklan berbahaya, bahkan menyisipkan kode berbahaya ke dalam halaman situs yang dibuka.
Oleh karena itu, penting untuk secara rutin meninjau daftar ekstensi yang terpasang pada browser. Jika menemukan ekstensi yang tidak pernah kamu pasang sebelumnya atau sudah jarang digunakan, maka sebaiknya segera nonaktifkan atau hapus. Biasakan hanya memasang ekstensi dari sumber tepercaya atau toko resmi browser untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan data dan serangan malware.
Itu dia sejumlah cara mencegah laptop kena malware yang bisa kamu ikuti untuk mengamankan perangkat laptop. Apalagi jika laptop digunakan untuk kebutuhan pekerjaan utama sehingga penting memperhatikan keamanan dalam hal mendukung aktivitas tersebut. Namun, jika laptop yang kamu gunakan memang sudah tidak terselamatkan dan memang butuh yang baru, tidak ada salahnya untuk mengganti perangkat yang baru.
Salah satu pilihan laptop yang bisa diandalkan adalah MacBook Air M4 13.6 inci dengan dukungan spesifikasi dan fitur mumpuni untuk beragam kebutuhan secara lancar. Tentunya, kamu bisa mendapatkan laptop Apple ini secara online melalui erafone. Caranya dengan mengunjungi website resmi erafone. Jadi tunggu apalagi? Yuk, dapatkan produk laptop sesuai kebutuhanmu secara mudah hanya di erafone, sekarang.
Baca juga: Cara Ekstrak File di Laptop Windows dan MacBook Secara Mudah