
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas berbelanja biasanya meningkatkan tajam di kalangan masyarakat. Apalagi banyak orang mulai menerima THR atau Tunjangan Hari Raya dan menggunakannya untuk kebutuhan lebaran serta mempersiapkan mudik ke kampung halaman. Namun, situasi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan jelang lebaran, baik secara online ataupun offline.
Berbagai modus penipuan pun bermunculan dengan cara yang semakin canggih, mulai dari penawaran pinjaman online, investasi bodong, hingga pesan phishing. Tidak jarang juga penipu turut menyamar sebagai lembaga resmi, kurir paket, atau pihak bank untuk meyakinkan calon korbannya. Oleh karena itu, kamu wajib mengenali apa saja modus penipuan jelang lebaran yang perlu dihindari. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Pinjaman Online Ilegal
Salah satu modus penipuan jelang lebaran yang sering muncul dan perlu kamu waspadai adalah pinjaman online ilegal. Pada masa menjelang lebaran, kebutuhan finansial masyarakat cenderung meningkat untuk persiapan mudik, bagi‑bagi THR, atau belanja kebutuhan Lebaran. Hal itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menawarkan pinjaman yang terlihat mudah dan cepat.
Pinjol ilegal sering menjanjikan pencairan dana secara instan tanpa syarat yang jelas. Padahal, layanan tersebut tidak terdaftar atau berizin resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berpotensi merugikan calon peminjam. Modus pinjol ilegal yang sering ditemui jelang lebaran termasuk penawaran melalui SMS atau WhatsApp dari nomor tidak dikenal serta proses pencairan dana yang terlalu cepat tanpa kejelasan kontrak.

Sumber: Money Talks News
Investasi Bodong
Menjelang Hari Raya Lebaran, investasi bodong menjadi salah satu modus penipuan yang marak terjadi dan sering memakan korban besar karena iming‑iming keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa penjelasan yang jelas. Para pelaku biasanya membuat tawaran investasi yang tampak sangat menggiurkan, seperti imbal hasil tetap atau persentase keuntungan tinggi hanya dengan menyetor sejumlah uang tertentu ke platform atau grup tertentu.
Bahkan penawaran ini sering muncul di media sosial atau aplikasi pesan seperti Telegram. Masalahnya, jenis investasi yang ditawarkan tersebut sering kali tidak ada usaha atau bisnis yang nyata sehingga uang yang disetor korban justru lenyap tanpa jejak. Oknum penipu terkadang hanya mencatut nama perusahaan atau menggunakan identitas yang mirip dengan lembaga resmi untuk meyakinkan calon investor.
Baca juga: Ciri-Ciri Link Penipuan Online yang Harus Kamu Waspadai!
Phishing Melalui Link Palsu
Salah satu modus penipuan jelang lebaran yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah melakukan phishing melalui link palsu. Phishing sendiri adalah teknik penipuan di mana pelaku menyamar sebagai lembaga terpercaya seperti bank, e‑commerce, atau pemerintah dan kemudian mengirimkan tautan atau link yang tampak resmi melalui SMS, email, atau aplikasi pesan singkat.
Ketika kamu mengeklik tautan tersebut, kamu bisa diarahkan ke situs web palsu yang dirancang mirip dengan situs asli dan kemudian diminta memasukkan informasi sensitif seperti data login, PIN, maupun kode OTP. Menjelang musim Lebaran, pelaku penipuan sering kali memanfaatkan momentum ini dengan mengirim pesan yang berisi imbauan palsu tentang THR, promo hadiah, atau notifikasi akun beserta dengan link palsu untuk mengelabui korban agar merasa itu benar‑benar berasal dari sumber resmi.
Begitu korban terjebak dan memasukkan data pribadi di halaman palsu tersebut, pelaku bisa menggunakan informasi tersebut untuk mencuri identitas, meretas akun, atau melakukan transaksi tanpa sepengetahuanmu.

Sumber: McCune Law Group
Penipuan Berkedok Instansi Resmi
Modus penipuan jelang lebaran yang sering terjadi berikutnya adalah penipuan berkedok instansi resmi. Dalam modus penipuan seperti ini, pelaku penipuan sering memanfaatkan nama, logo, atau bahkan bahasa formal yang mirip dengan institusi resmi seperti bank, pajak, atau instansi pemerintah untuk mengirim pesan. Pesan tersebut biasanya berisi berita penting seperti notifikasi hadiah, permintaan verifikasi data, atau konfirmasi masalah akun.
Begitu kamu mengikuti arahan dari pesan tersebut, pelaku bisa mengambil alih akunmu, mencuri identitas, dan bahkan menguras dana di rekening bank. Dalam beberapa kasus, penipu juga membuat akun media sosial atau nomor call center palsu yang terlihat meyakinkan sehingga korban tidak langsung curiga bahwa pesan itu adalah penipuan.
Penipuan Melalui File APK atau Aplikasi Palsu
Salah satu modus penipuan jelang momen lebaran yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah penipuan melalui file APK atau aplikasi palsu. Pelaku biasanya mengirimkan tautan atau file berformat .apk yang berbentuk seperti undangan, dokumen penting, atau aplikasi resmi. Namun, file tersebut sebenarnya berisi aplikasi berbahaya. Ketika kamu mengunduh dan menginstal file tersebut, aplikasi palsu tersebut kemudian meminta izin akses ke berbagai data di smartphone-mu, seperti SMS, kontak, informasi perbankan, dan bahkan kode OTP.
Itulah beberapa modus penipuan yang harus kamu waspadai menjelang Hari Raya Lebaran 2026. Sementara itu, pastikan kebutuhan gadget terbaikmu dipenuhi dari sumber yang terpercaya seperti erafone di mana kamu bisa menemukan beragam pilihan perangkat berkualitas dengan penawaran harga terbaik.
Salah satu rekomendasinya adalah Samsung Galaxy A56 5G yang dilengkapi sistem keamanan canggih melalui teknologi Samsung Knox Vault untuk menjaga privasi dan data pribadimu dengan lebih aman. Kamu bisa mendapatkan perangkat ini dengan promo harga spesial hanya di erafone. Caranya mudah, cukup kunjungi situs resmi erafone atau unduh aplikasinya sekarang juga!
Baca juga: Ciri-Ciri Modus Penipuan Voice Spoofing atau Suara Kloning AI