|
Kategori
Store

6 Cara Mengatur Screen Time Anak Setelah Libur Panjang

Sumber: Unsplash

Libur panjang selalu menjadi momen yang dinantikan anak-anak sekolah, mereka bisa bebas melakukan kegiatan yang biasanya tidak bisa dilakukan karena harus masuk sekolah. Momen libur panjang seperti ini tentunya harus dimanfaatkan oleh orang tua dan anak untuk bersenang-senang, refreshing sejenak dari rutinitas dan aturan-aturan yang biasa dilakukan. 

Ketika libur, seringkali aturan rumah dibuat menjadi lebih longgar, supaya anak-anak bisa menikmati momen liburan ini dengan lebih optimal. Salah satu aturan yang diubah adalah urusan penggunaan gadget atau screen time. Di masa liburan ini, kebanyakan orang tua memberikan kelonggaran dalam hal penggunaan gadget. 

Tetapi ketika masa liburan itu sudah selesai, anak-anak harus kembali ke sekolah dan peraturan kembali berjalan normal. Tentu ada adaptasi yang harus dilakukan, terutama dalam hal pembatasan penggunaan gadget. Sebagai orang tua harus mengetahui cara mengatur screen time anak setelah libur panjang supaya tetap fokus pada sekolah. Berikut adalah cara lengkapnya! 

Terapkan Batasan Screen Time Secara Bertahap
Setelah liburan, jangan langsung memangkas waktu bermain gadget secara drastis. Hal ini bisa membuat anak menjadi stres atau bahkan mencuri-curi waktu untuk bermain gadget. Maka cara mengatur screen time anak setelah libur adalah dengan membatasinya secara bertahap. Jika saat libur anak terbiasa bermain gadget hingga tiga jam sehari, perlahan kurangi hingga kembali ke mode awal. 

Jadikanlah dua minggu pertama sebaiknya dijadikan masa transisi agar anak punya waktu menyesuaikan diri. Pendekatan bertahap akan terasa lebih manusiawi dan mudah diterima anak. Kamu bisa mulai dengan mengurangi screen time menjadi dua jam per hari di minggu awal. Setelah itu, perlahan turunkan hingga mencapai durasi ideal seperti satu jam per hari. 

Di masa transisi ini, orang tua perlu aktif memberi penjelasan agar anak memahami tujuan perubahan aturan. Komunikasi yang baik akan membantu anak merasa dipahami, tidak merasa dikekang. Dengan cara ini, pengaturan screen time anak jadi lebih efektif dan minim drama.

Sumber: Families First Pediatrics

Pakai Gadget untuk Belajar Bersama
Supaya anak tidak merasa gadget sepenuhnya dilarang, kamu bisa mengalihkannya ke aktivitas yang lebih bermanfaat. Salah satunya dengan menggunakan gadget sebagai media belajar bersama. Tablet atau laptop bisa dimanfaatkan untuk menonton video edukatif, membaca ebook, atau mengerjakan latihan interaktif. Anak tetap merasa seperti main gadget, tetapi sebenarnya sedang belajar.

Peran orang tua sangat penting dalam metode ini. Dampingi anak saat menggunakan gadget agar konten yang diakses tetap sesuai dengan materi belajar mereka. Dengan begitu, anak tidak hanya terhibur tetapi juga mendapatkan manfaat edukatif. Cara ini juga bisa memperkuat bonding antara orang tua dan anak.

Siapkan Alternatif Kegiatan
Salah satu alasan utama anak betah berlama-lama di depan layar adalah rasa bosan. Maka dari itu, sebagai cara mengatur screen time, pastikan kamu sebagai orang tua sudah menyiapkan alternatif kegiatan yang menarik. Aktivitas selain bermain gadget akan membantu anak menyalurkan energi dan kreativitasnya. Hal ini sangat penting dilakukan  terutama setelah anak pulang sekolah.

Kamu bisa menyediakan board games, buku bacaan, atau mengajak anak bermain di luar bersama teman sebayanya. Mengikutkan anak ke les atau mengenalkan hobi baru juga bisa jadi pilihan. Dengan banyaknya alternatif kegiatan, anak tidak akan merasa kehilangan gadget. Perlahan, fokus anak akan beralih ke aktivitas yang lebih bermanfaat untuk perkembangan dirinya.

Baca juga: 5 Cara Mengatur Waktu Bermain HP Anak Agar Tetap Ideal & Terkontrol 

Buat Kesepakatan Baru
Momen setelah libur panjang bertepatan dengan momen pergantian tahun, sehingga menjadi momen tepat untuk membuat aturan baru, termasuk soal screen time. Duduklah bersama anak dan diskusikan aturan yang akan diterapkan ke depan. Melibatkan anak dalam proses ini membuat mereka merasa dihargai dan lebih bertanggung jawab. 

Kamu bisa menetapkan aturan baru, seperti menentukan jam bebas gadget, misalnya saat makan atau sebelum tidur. Selain itu, tentukan juga area bebas gadget seperti kamar tidur atau ruang makan. Jangan lupa sepakati reward jika aturan dijalankan dengan baik, serta konsekuensi jika dilanggar. Dengan aturan yang jelas, anak jadi tahu batasan dan merasa aman menjalaninya.

Sumber: Mobicip

Terapkan Prinsip 'First Things First'
Saat libur panjang, tanggung jawab anak memang berkurang karena tidak ada PR atau ujian. Namun, ketika sekolah dimulai, anak perlu kembali memahami prioritas, yaitu harus belajar sebelum bisa mendapatkan waktu screen time. Maka, sebagai cara mengatur screen time anak setelah libur panjang, terapkanlah prinsip “first things first” yang akan membantu menyeimbangkan kewajiban dan hak anak.

Prinsip ini menekankan makna bahwa tanggung jawab harus diselesaikan sebelum screen time diberikan. Pastikan anak menyelesaikan PR, mengulang pelajaran, atau membantu pekerjaan rumah terlebih dahulu. Setelah itu, barulah gadget boleh digunakan sesuai waktu yang disepakati. Dengan sistem ini, anak belajar bahwa screen time adalah bentuk apresiasi atas usaha mereka. 

Anak akan menjadi jauh lebih disiplin dan menghargai waktu. Meski begitu, batasan tetap harus diterapkan secara konsisten. Dengan melakukan cara mengatur screen time anak setelah libur ini pasti bermanfaat baik bagi pendidikan dan juga kebiasaan positif mereka. 

Orang Tua Harus Menjadi Teladan
Anak adalah peniru yang hebat, terutama terhadap perilaku orang tuanya. Maka, cara mengatur screen time yang efektif adalah orang tua juga harus memberi contoh yang sama. Hindari terlalu sering memainkan ponsel saat sedang bersama anak. Kebiasaan kecil ini sangat berpengaruh pada pola pikir anak.

Cobalah untuk lebih hadir saat waktu keluarga, seperti saat makan atau berbincang santai. Dengan melihat teladan langsung, anak akan lebih mudah menerima aturan yang diterapkan. Mereka akan memahami bahwa pembatasan gadget bukan sekadar larangan, tetapi bagian dari gaya hidup sehat. 

Itulah beberapa cara mengatur screen time anak setelah libur panjang yang bisa kamu ikuti. Di masa transisi ini anak membutuhkan adaptasi untuk mengatur kembali kebiasaan setelah liburan. Sehingga sebagai orang tua harus sabar dan konsisten dalam memberikan arahan. Berikan waktu bagi anak-anak untuk beradaptasi, dan terapkan kesepakatan yang harus ditaati. 

Dalam memilih gadget untuk anak, pastikan orang tua memberikan perangkat yang punya layar luas dan aman untuk mata walaupun dipakai dalam waktu panjang. Salah satu rekomendasi gadget untuk anak terbaik adalah Huawei Matepad SE. Tablet ini punya tampilan layar luas 11 inchi lengkap dengan teknologi Low Blue Light dan Flicker Free, membuat lebih nyaman ketika dipakai. 

Tablet Huawei ini juga sudah mendapatkan sertifikasi TÜV Rheinland, membuatnya tetap nyaman dilihat mata walaupun dipakai dalam waktu lama. Coock untuk dipakai anak-anak selama masa screen time mereka. Tentunya, untuk bisa mendapatkan perangkat ini kamu bisa membelinya melalui erafone

Ada potongan harga spesial, jaminan barang original dan penawaran gratis ongkir yang bisa didapatkan melalui website atau aplikasi erafone. Kamu juga bisa menemukan beragam pilihan gadget untuk anak sekolah lainnya secara lengkap melalui erafone

Baca juga: 5 Cara Cek Screentime HP Secara Mudah, Kamu Harus Sering Periksa!


Diunggah Pada : 13 Jan 2026 | Kategori TIPS & TRICKS
    COPYRIGHT © 2026 ERAFONE.COM ALL RIGHTS RESERVED.