|
Kategori
Store

7 Data Pribadi yang Paling Diincar Penipu, Perlu Kamu Lindungi Lebih!

Sumber: Shutterstock

7 Data Pribadi yang Paling Diincar Penipu, Perlu Kamu Lindungi Lebih!

03 Agt 2026
Technology

Semakin banyak kasus pencurian data yang terjadi belakangan ini, tindak kejahatan siber ini jangan sampai kamu pandang sebelah mata, karena dampak buruknya tidak main-main. Praktis pencurian data bisa merugikan semua orang, bukan hanya rugi finansial, tetapi juga bisa membuatmu stres karena terus dikirimkan pesan spam yang membuat jengkel. 

Tindakan para penipu juga kini jauh lebih terarah, ada target data pribadi yang paling diincar. Berbekal data pribadi yang sifatnya sebenarnya privat dan tidak boleh dibagikan kepada siapapun itu, penipu bisa melancarkan aksi kejahatan yang lebih masif. Mereka tidak lagi langsung mengincar saldo rekening, tetapi lebih berupaya mendapatkan data pribadi karena bisa membuka lebih banyak akses. 

Maraknya kasus penipuan dan pencurian data pribadi ini membuat kita tidak boleh tinggal diam. Harus lakukan langkah-langkah pasti untuk bantu menjaga keselamatan data pribadi diri sendiri. Sebagai langkah awal, kamu perlu mengetahui jenis data pribadi yang paling diincar oleh penipu berikut ini!

Nama Lengkap

Banyak orang menganggap nama lengkap bukanlah informasi yang berbahaya karena mudah ditemukan di internet atau media sosial. Padahal, nama lengkap merupakan fondasi identitas digital yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk membangun kepercayaan. Bayangkan jika seseorang menghubungimu sambil menyebutkan nama lengkap secara tepat, pasti komunikasi akan terasa lebih meyakinkan sehingga korban akan menurunkan kewaspadaannya.

Teknik ini dikenal sebagai social engineering, yaitu manipulasi psikologis agar korban percaya bahwa pelaku benar-benar berasal dari bank, layanan pelanggan, atau instansi pemerintah. Nama lengkap biasanya dikombinasikan dengan data lain agar penipuan terlihat semakin valid.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari menyebarkan nama lengkap secara sembarangan di platform publik apabila memang tidak diperlukan. Data pribadi yang paling diincar penipu satu ini menjadi permulaan dari tindak kejahatan siber, jadi kamu harus lebih berhati-hati. 

Sumber: Dreamsite

Nomor Telepon

Jenis data pribadi yang juga tidak boleh tersebar adalah nomor telepon. Data ini menjadi informasi yang paling penting karena hampir semua akun digital terhubung dengannya. Selain sebagai media komunikasi, nomor telepon juga berfungsi untuk menerima kode verifikasi, autentikasi dua faktor, hingga proses pemulihan akun. Jika nomor telepon jatuh ke tangan yang salah, banyak akun bisa dibobol dan segera disalahgunakan. 

Penipu sering memanfaatkan nomor telepon untuk melakukan phishing melalui SMS, panggilan palsu yang mengatasnamakan institusi resmi, hingga serangan SIM Swap. Pada modus SIM Swap, pelaku berusaha mengambil alih nomor telepon korban sehingga seluruh kode OTP akan diterima oleh mereka. Jika berhasil, akun perbankan, media sosial, hingga dompet digital bisa diakses tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Mulai sekarang, cobalah untuk melindungi data pribadi milikmu berupa nomor telepon. Hindari menyebarkan nomor telepon di kanal publik atau bahkan menaruhnya di bio media sosial.

Tanggal Lahir

Jenis data pribadi yang paling diincar penipu selanjutnya adalah tanggal lahir, walaupun terlihat sebagai informasi sederhana, tetapi data ini sering digunakan sebagai parameter verifikasi identitas. Banyak bank, rumah sakit, perusahaan asuransi, hingga layanan pemerintah yang meminta tanggal lahir untuk memastikan identitas pengguna. Informasi ini juga sering menjadi bagian dari proses pemulihan akun ketika seseorang lupa kata sandi.

Kalau sampai tanggal lahir kamu lengkap dengan tahun lahirnya tersebar, hal itu akan segera dimanfaatkan penipu. Risiko terasa semakin besar karena masih banyak orang menggunakan tanggal lahir sebagai kombinasi PIN, password, atau pertanyaan keamanan akun. Jika penipu sudah mengetahui nama lengkap dan tanggal lahir, mereka memiliki peluang lebih besar untuk lolos proses verifikasi identitas. 

Baca juga: Mengenal Modus Penipuan Silent Call, Kenali Ciri & Potensi Bahayanya!

Alamat Email & Password

Saat ini email menjadi pusat dari seluruh aktivitas digital karena berfungsi sebagai tempat menerima notifikasi keamanan, tautan reset password, hingga kode verifikasi akun. Hampir semua layanan online, mulai dari media sosial, marketplace, hingga aplikasi perbankan, menggunakan email sebagai identitas utama pengguna. 

Apabila kombinasi email dan password akun kamu bocor, pelaku dapat melakukan credential stuffing, yaitu mencoba kombinasi login yang sama pada berbagai layanan lain. Jika kebetulan kamu menggunakan password yang sama di beberapa akun, risiko pembajakan akun akan meningkat drastis. Untuk mencegah hal tersebut, gunakan password yang kuat dan berbeda di setiap akun serta aktifkan autentikasi dua faktor sebagai lapisan keamanan tambahan.

Kode OTP

Kasus pencurian data biasanya akan mengincar kode OTP atau One-Time Password. Kode ini merupakan lapisan keamanan terakhir yang dirancang agar hanya pemilik akun yang dapat menyetujui login maupun transaksi tertentu. Kode ini bersifat rahasia, hanya berlaku dalam waktu singkat, dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku berasal dari bank atau layanan pelanggan.

Sayangnya, banyak penipu justru memanfaatkan rasa panik korban untuk memperoleh kode OTP. Mereka bisa berpura-pura menjadi petugas bank, menawarkan hadiah, mengaku terjadi kesalahan sistem, hingga meminta korban melakukan share screen. Begitu OTP diberikan, pelaku dapat langsung mengambil alih akun, menyetujui transaksi, atau menguras saldo dalam hitungan menit tanpa memerlukan persetujuan tambahan.

Sumber: iStock

Nomor Induk Kependudukan

Nomor Induk Kependudukan atau NIK merupakan identitas unik yang dimiliki setiap warga negara dan menjadi dasar berbagai layanan administrasi. Data ini digunakan dalam proses pembukaan rekening bank, registrasi kartu SIM, layanan perpajakan, BPJS, hingga berbagai layanan pemerintahan lainnya. Sifatnya yang unik dan tidak dapat diganti ini membuat NIK menjadi salah satu jenis data pribadi yang diincar pelaku kejahatan siber.

Jika NIK berhasil dicuri, pelaku dapat menggunakannya untuk melakukan pencurian identitas, mengajukan pinjaman online ilegal, membuka rekening penampungan, hingga membuat dokumen palsu atas nama korban. Oleh sebab itu, hindari mengunggah foto KTP secara sembarangan di media sosial maupun mengirimkan salinannya kepada pihak yang belum jelas kredibilitasnya.

Data Keuangan

Tak ketinggalan kamu juga harus bisa melindungi data keuangan milikmu. Data keuangan berupa nomor rekening, nomor kartu debit atau kredit, tanggal kadaluarsa kartu, hingga kode CVV merupakan informasi yang memberikan akses langsung terhadap aset finansial seseorang. Berbeda dengan data pribadi lainnya, informasi ini dapat langsung digunakan untuk melakukan transaksi apabila berhasil diperoleh oleh pelaku kejahatan.

Taktik penipu untuk bisa mendapatkannya biasanya akan menyebarkan tautan phising yang menyerupai situs resmi bank atau marketplace agar korban memasukkan detail kartu. Setelah data tersebut didapatkan, transaksi ilegal dapat diproses dengan cepat tanpa perlu memegang kartu fisik. Saldo di rekening bisa dengan cepat terkuras dan habis seketika tanpa sepengetahuanmu.

Oleh karena itu, jangan pernah membagikan informasi keuangan melalui chat, telepon, email, atau tautan yang tidak berasal dari sumber resmi. Selalu pastikan alamat situs benar dan gunakan aplikasi resmi saat melakukan transaksi keuangan.

Dengan mengetahui jenis data pribadi yang paling diincar penipu, kamu jadi bisa lebih aware dalam melindunginya. Jangan sampai lalai dalam melindungi data pribadi karena hal itu bisa merugikanmu. Dalam menggunakan handphone kamu juga harus memilih HP yang punya sistem keamanan terbaik, salah satu rekomendasinya adalah Samsung Galaxy A37 5G.

Handphone ini sudah dilengkapi sistem keamanan Knox Vault bersertifikasi EAL5+, yang bisa menjaga informasi pribadi kamu tetap aman dan terlindungi. Kamu bisa mengatur foto maupun data pribadi ke dalam folder yang lebih aman dan tidak bisa diketahui orang lain. Tertarik untuk memilikinya? Segera dapatkan handphone ini dengan cara membelinya melalui erafone!

Ada potongan harga spesial, jaminan barang original, hingga penawaran gratis ongkir setiap pembelian di erafone. Sudah saatnya kamu lebih peduli dengan upaya pencegahan pencurian data dengan menggunakan HP yang punya sistem keamanan kuat, temukan segala kebutuhan gadget kamu pastinya hanya di erafone!

Baca juga: Ini 5 Bahaya Curhat ke AI, Bisa Mengancam Keamanan Data Pribadi!

Popular Post
New Post
COPYRIGHT © 2026 ERAFONE.COM ALL RIGHTS RESERVED.
erica